Akhirnya…engkau jawab juga segala keraguan itu kepada ku yaa…ALLAH, di tengah hening nya malam mu telah kau tujukkan dengan jelas sehingga aku tidak bias membedakan antara nyata dan tidak. Tetapi itulah adanya engkau tunjukkan pristiwa yang terjadi pada diriku dan orang2 disekitarku. Semua tak seperti yang ku duga mkn semua itu akan menjadi sebuah coretan yang akan berterbangan dan sirna karna deru angina kencang yang telah menghempaskan lembar demi lembar kertas yang belum sempat aku nodai dengan tinta anganku. Tapi aku bersukur pada mu yaa….allah, telah kau tujukkan sebait coretan yang mkn harus aku hentikan.
Tetapi terlanjur aku tulis sehalaman bahkan lebih, sehingga tersirat dalam benakku untuk menghapus coretan itu tapi sulit untuk menghapus sebuah tinta yang terlanjur terjoret dalam kertas yang putih itu, bahkan aku berniat untuk merobek beberapa halaman tapi itu akan menodai beberapa halaman lainya. Sehingga aku memutuskan untuk melipatnya saja beberapa coret halaman yang terhenti. Yaaaa…mungkin akan ku buka lagi bila aku ingin mengenang pristiwa itu kembali, tidak mungkin aku memaksakan coretan itu menjadi suatu bab yang lengkap dan utuh.
Bisakah aku meneruskan coretan selanjutnya…, pasti aku bisa karena aku berfikir masih banya kertas yang belum aku nodai dengan coretan – coretan bodohku dan tidak mungkin aku memusnahkan tumpukan – tumpukan kertas itu. Karena aku yakin semua coretan itu adalah kehendak mu yaa..alllah. semoga suatu saat nanti engkau kirimkan kepada ku tinta emas untuk melanjutkan suatu coretan yang terhenti ini. Ammmiii….nnnnnn.
sum-sel 2 – juni – 2011


